Pada postingan saya sebelumnya disini, telah saya berikan sedikit gambaran bagaimana modus pembobolan ATM dengan menggunakan Skimmer, baik dengan kamera atau keypad palsu. Pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit gambaran modus lain para pembobol ATM tersebut. Kali saya sebut dengan modus “malaikat penolong”. Bagaimana modus ini??? LetsPada postingan saya sebelumnya disini, telah saya berikan sedikit gambaran bagaimana modus pembobolan ATM dengan menggunakan Skimmer, baik dengan kamera atau keypad palsu. Pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit gambaran modus lain para pembobol ATM tersebut. Kali saya sebut dengan modus “malaikat penolong”. Bagaimana modus ini??? Lets check this out!!! check this out!!!

Ni bapak mulai ngalami masalah sama kartu ATMnya alias nyangkut… (lihat deh orang yang di luar sono tuh… sang malaikat...beeuugghh!!!)
Biasanya si “Malaikat Penolong” menyarankan korbannya untuk memasukan kembali no PINnya, dengan harapan kartu yang nyangkut tadi dapat di keluarkan, tentu saja hal ini tak ada gunanya, karena si “malaikat penolong” hanya ingin mengetahui PIN si korban. Kemudian karena tidak bisa keluar juga kartu ATM tadi (ya iyalah udah di-setting supaya tetap nyangkut, mana bisa keluar tuh kartu). Kemudian si “Malaikat Penolong” meminta si korban untuk segera melapor ke pihak bank mengenai masalah ini, sementara dia tetap berusaha “membantu” mengeluarkan kartu yang tersengkut di mesin ATM tadi.
Biasanya korban yang gak tau, udah panik duluan tuh, dan ngikut aja apa yang di bilang sama si “malaikat penolong” tanpa mikir panjang lagi. Ngikuuut aja apa yang di suruh tuh orang.
Nah ketika si korban lagi pergi, mulai deh si “malaikat penolong” tadi menjalankan aksinya.. Di kuraslah semua isi rekening si Korban dengan modal PIN yang berhasil di colong plus kartu ATM yang di buat nyangkut tadi.
Tak butuh waktu lama untuk menguras isi rekening tersebut. Sukses dengan rencana jahatnya si “malaikat penolong” segera pergi dengan segepok uang korban yang berhasil di tarik dari ATM. Sementara si korban sedang sibuk melaporkan masalah tersangkutnya kartu ATMnya tanpa sadar kalau uangnya sudah raib. (Beeuugghh…mengenaskan sekali..)
Ternyata tak butuh waktu lama atau alat yang canggih saudara-saudara sekalian untuk bisa melakukan hal ini. Hanya butuh potongan kecil kertas film rontgen yang di buat sedemikian rupa sehingga bisa masuk ke dalam lubang tempat memasukan kartu ATM kita.
Mengapa kertas film yang di gunakan??? Karena pada umumnya, antara tempat memasukan kartu ATM yang asli dan kertas film rontgen memiliki warna yang serupa. Sehingga bagi orang-orang yang tidak jeli, pasti tidak akan kelihatan. Kira-kira begini neh gambarnya.
Si “malaikat penolong” tinggal menarik keluar kartu yang tersangkut tadi untuk kemudian di gunakan untuk menguras uang si korban dengan modal PIN yang telah di curi.
Tulisan ini saya buat bukan untuk mengajarkan bagaimana cara melakukan pembobolan ATM seseorang. Tapi hanya untuk sekedar menyebar informasi buat para pembaca sekalian supaya bisa lebih waspada dan jeli ketika menarik uang di ATM. Karena saya juga mendapatkan informasi ini dari beberapa sumber yang kemudian saya susun kembali menurut versi saya sehingga mudah-mudahan bisa lebih mudah untuk di pahami.
Ada beberapa saran dan tips bagaimana aga bisa terhindar dari aksi pembobolan ATM kita. Baca di sini aja y!!
































Hebat sekali jadi penulis itu y?? salut saya..
Posted: October 21, 2010 in Commentator Wanna beTags: Belajar menulis, Menulis, Penulis
Dari judulnya saja mungkin sudah bisa di tebak apa yang akan saya tuangkan dalam tulisan ini. Ya, Pujian dan rasa kagum saya dengan yang namanya penulis. Saya ini bukan termasuk orang yang gampang memuji seseorang, jika memang tidak ada yang benar-benar istimewa dari orang tersebut di mata saya. Nah karena kali ini pujian terlontar dari saya untuk penulis, itu berarti ada yang hebat dari seorang penulis bagi saya.
Saya kagum sekali dengan yang namanya penulis, penulis apapun itu, baik itu blogger, kontributor di media-media, penulis lepas ataupun penulis di catatan-catatan pribadi di jejaring sosial. Kekaguman saya terhadap penulis sebenarnya belumlah terlalu lama, rasa ini mungkin muncul setelah saya memiliki akses yang gampang dengan dunia internet, sehingga saya lebih sering membaca-baca artikel-artikel disana. Ditambah lagi semakin bertambahnya teman saya yang juga gemar menulis.
Ada beberapa alasan kenapa saya salut dan kagum dengan penulis, paling tidak ada dua hal yang menurut saya paling keren. Penulis itu Hebat. Penulis itu pinter. Buat saya orang yang pinter itu bukan Cuma orang yang jago dalam mengerjakan soal-soal matematika, fisika, kimia atau soal-soal eksakta lainnya yang penuh dengan rumus-rumus yang njlimet itu. Tapi penulis juga merupakan salah satu orang pinter. Kenapa saya beranggapan begitu??? Karena menurut saya yang tak jago menulis ini, sangat susah menuangkan ide-ide atau gagasan dalam bentuk tulisan. Kalaupun bisa, terkadang perlu usaha yang sangat keras dan tentunya memakan waktu yang lebih lama. Sedangkan bagi mereka, penulis-penulis itu, kok rasanya gampang sekali untuk menuangkan apa yang ada di kepala mereka ke dalam bentuk tulisan. Sehingga bisa di baca dan di ketahui orang lain.
Kemudian kekaguman saya kepada penulis adalah karena menurut saya mereka mampu menangkap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, dan kemudian di tuangkan dalam bentuk tulisan, baik berupa opini, analisa-analisa, atau hanya sekedar informasi. Kemudian melalui tulisan itu mereka menyebarkan apa yang sebenarnya terjadi, bahkan tak jarang dari tulisan-tulisan ini mampu membentuk opini publik tentang suatu permasalahan. Tentunya saja hanya sebatas dari kacamata penulis itu. Nah, menurut saya itu keren sekali. Bagi saya, melihat fenomena-fenomena itu mungkin biasa saja. Kalaupun luar biasa, hanya bisa saya simpan dan nikmati sendiri di kepala saya ini tanpa ada orang lain yang tau. Tuh, kalau gak keren apa namanya coba???
Melihat kemampuan yang hebat dari penulis-penulis tersebut, terkadang timbul juga rasa iri dalam hati. Sehingga saya pernah coba-coba menulis tentang suatu hal. Dan seperti apa yang telah saya duga sebelumnya, ternyata memang tak gampang menulis itu. Perlu usaha keras buat saya untuk mencari kata-kata yang tepat untuk bisa menuangkan ide-ide di kepala saya ini ke dalam bentuk tulisan, belum lagi harus mengurutkan runtut-runtutan ide tersebut supaya lebih terstruktur sehingga lebih mudah untuk di pahami. Inilah mungkin ya akibatnya jarang memperhatikan guru yang menjelaskan pelajaran bahasa Indonesia waktu sekolah dulu..hehe.
Tapi meskipun begitu ada juga manfaat yang saya dapatkan dari proses belajar menulis ini, otak saya di paksa untuk berpikir sistematis dan melatih saya lebih peka dan peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar saya.
Tapi meskipun susah bukan berarti tak bisa dilakukan kan???? Saya akan terus berusaha untuk bisa menulis dengan baik. Mohon bimbingannya dari pembaca sekaliaaannn.. ^_^
Fiuhhh… Semangkaaaaa…. Eh, semangaaattt :p