“Pendekar Tanpa Nama” My First Ontel

Posted: January 20, 2010 in Hobby
Tags: , , , , , ,

Entah sejak kapan aku mulai keranjingan dengan yang namanya sepeda tua, atau yang biasa orang-orang sebut ontel, pit pancal, sepeda kebo, ketangin onte atau sebutan-sebutan lain yang mungkin aku tak tau. Kalau ku  flash back, sepertinya kegemaranku ini bermula ketika abangku yang ada di Pontianak memintaku untuk mencarikan sepeda ontel antik di daerahku, Belitung. Menurut abangku saat itu, di tempatku ini belum banyak terdapat penggemar dan pemburu sepeda-sepeda tua seperti di Pontianak, jadi menurutnya pasti masih banyak “harta karun” yang tersimpan dan wajib untuk diburu. Entah dari mana dia mendapat informasi itu, padahal dia belum pernah datang kesini, mungkin hanya perkiraannya saja. Sebenarnya perkiraan abangku itu tidak sepenuhnya benar, karena meskipun belum terlalu besar seperti di daerah lain, tapi komunitas penggemar sepeda ontel di belitung ini sudah ada. Terutama di Tanjung Pandan. Sementara di tempatku di Manggar, pada saat itu memang belum ada.

Sejak saat itulah, aku mulai “berburu” sepeda ontel tua nan antik. Pada awalnya, perburuan itu ku lakukan hanya untuk memenuhi permintaan abangku. Namun, sepertinya abangku punya standar sendiri untuk sepeda-sepeda ontel yang akan di belinya. Terutama untuk merk dan keorisinilan sparepart sepeda ontel tersebut. Karena semua sepeda ontel yang pernah ku tawarkan padanya hasil dari perburuanku tidak ada satupun yang lolos dari standar yang dia buat. Memang susah mendapatkan sepeda ontel seperti standar abangku itu disini. Kebanyakan spare part sepeda-sepeda ontel disini sudah campur aduk. Orisinalitasnya sudah kacau balau.

Karena seringnya aku melihat sepeda-sepeda tua dalam perburuan itulah yang lambat tapi pasti memunculkan minatku pada sepeda tua itu. Lama kelamaan kepengen juga punya sepeda ontel buat di pakai sendiri. Ada kesan agak-agak gimana gitu kalau punya sepeda ontel tua. Akhirnya perburuan ku lanjutkan, tapi kali ini untuk ku pakai sendiri. Metode perburuan juga ku rubah sedikit. Yang tadinya ku lakukan sendiri, kali ini aku memanfaatkan teman-teman yang kukenal di setiap kecamatan se Kabupaten. Sehingga daya jangkaunya lebih luas. Ku tanyai meraka satu-persatu dan ku minta mereka mengabariku jika ada orang yang ingin menjual sepeda ontel tua di tempat mereka.

Gayungpun bersambut. Beberapa waktu setelah ku tanyai mereka, aku di kabari oleh seorang teman, bahwa tetangga di dekat rumahnya memiliki kerangka ontel yang sedikit berbeda dari ontel-ontel yang sering kulihat  di tempatku di Belitung timur. Meskipun hanya kerangkanya saja, tapi karena bentuknya cukup unik, akhirnya tanpa pikir panjang aku langsung menuju ke TKP dan langsung menemui si pemilik. Ternyata seorang  kakek yang sudah cukup tua. Namun untuk memiliki kerangka sepeda itu tidak semudah yang ku pikirkan, aku harus menghadapi sang nenek. Si nenek pada awalnya berkeberatan jika sepeda itu di jual, gak tau kenapa? Mungkin ada nilai sejarah yang tersimpan dari sepeda itu. Sehingga ia merasa sayang untuk melepas sepeda itu, Tapi aku tidak berputus asa. Dengan mengeluarkan sedikit kemampuanku bernegoisasi disertai dengan rayuan maut plus muka melas tentunya, akhirnya berpindah tangan juga kerangka ontel tersebut kepadaku. Alhamdulillah, inilah sepeda ontel pertamaku, meskipun baru kerangkanya doang.

Sang pendekar..

Sang Pendekar yang tak berdaya..

Tapi sayang di sayang kerangka ontel antik tersebut tanpa identitas apapun. Emblem/merk di depan sudah gak ada lagi. No seri atau tulisan apapun di rangka juga gak ada (kecuali ada huruf H di sepit belakang).  Bingung juga sama identitas ontel ini. Berbagai informasi sudah ku cari. Mulai dari bertanya sama teman-teman yang hobi sepeda tua, browsing di internet, bertanya kepada forum-forum komunitas sepeda tua, dan lain sebagainya, tapi sampai sekarang aku belum mendapatkan informasi yang ku butuhkan tersebut. Bingung dengan namanya, akhirnya ku beri nama sendiri sepeda ontel tua pertamaku ini. “Sang Pendekar Tanpa Nama”.

Sang pendekar...

Tulisan H di sepit Belakang sama ada panteg di bawah as tengah..

But Show Must Go On, daripada nungguin informasi yang gak dapet-dapet juga, yang ujung-ujungnya membuat nganggur kerangka sepeda itu di rumah seperti besi tua tanpa makna. Akhirnya ku putuskan me-restorasi kerangka sepeda ontel itu, sehingga bisa menjadi sebuah sepeda yang seutuhnya. Niat awalnya tadi, aku berencana me-restorasi sepeda itu dengan spare part aslinya, tapi apa daya?? Identitasnya saja aku tak tau. Ya udah, akhirnya, aku gunakan saja sparepart seadanya, yang bisa ku beli dulu. Yang penting bisa berfungsi dulu. Sehingga sang pendekar dapat berlaga kembali untuk menunjukan keperkasaanya di dunia perontelan (lebay dikit..)

Sang Pendekar telan terbangun dari tidur panjangnya...

Sang Pendekar yang sedang mencari identitas diri...

Mudah-mudahan suatu saat nanti bisa terkuak identitas siapa sang pendekar ini yang sebenarnya. Jadi kalau ada rezeki, mau tak cariin sparepart aslinya. Sehingga sang pendekar bisa berlaga dan tampil prima dengan senjata dan jurus-jurus pamungkasnya.. (halah…apa coba???)

(apikudin, Manggar)

Comments
  1. Kang sekjen says:

    Dear Mas Apik..

    Bener2 mantab, jenis frame yang belum pernah saya temui se antero nusantara, namun… maaf.. blum bisa kasih referensi, tapi selama di genjotnya enak dan nyaman di lanjuut aja tuh pendekar, kalau perlu di cariin jodohnya (dames).

    oia, kpingin ngonthel di belitong neeh… gmana caranya yaa…? apalagi di kampung manggar kampung “laskar pelangi”

    salam kenal,
    0856 726 2750

    • apikudin says:

      gpp mas, makasih mas atas commentnya..

      kalo masalah jodoh, emang sempet kepikiran juga, tapi mau nyari2 dulu jodoh yang “sekufu” sama si pendekar supaya serasi, rukun, awet, sakinah, mawaddah dan warahmah..hehe

      kang sekjen posisi dmn??? klo dari jakarta-belitung bs pk pesawat krg lbh 45 menitan lah, klo pk kapal kurang lbh semalam, biasanya kapal Pelni (lawit atau Leuser)ada jg yg swasta (Tri Star) tp sy blm pernah klo yg swasta ini, sekilas ttg belitung ya..

      ada 2 kab di pulau belitung ini, belitung (tanjung pandan) dan belitung timur (manggar),jarak kduax kurang lbh 80an KM sekitar satu jam perjalanan, tanjung pandan lebih maju dari pada manggar, klo pantainya c menurut saya Oke punya, tapi sayang infrastruktur yg mendukung wisata masih minim,terkadang ini nih yg buat wisatawan kurang betah di belitung,

      untuk komunitas ontel mania, di tanjung pandah lebih rame dari pada di manggar, karena dsana lebih dulu..
      mungkin itu dulu kang sekilas info dr saya, klo ada pertanyaan lain.. monggo, mudah2an bs jawabnya..hehe

  2. wah keren abis tuh sepedanya…

  3. rudie_KOTA says:

    keren sepedanya,walaupun belum tau identitasnya.

    salam kenal

  4. Hilman Amir says:

    Sumpaaaah mas…!! uapik bgt sepedane… yg jelas buatan lama tuh. Sy sndiri sih br kali ini liat rangka ky gitu. Mungkin rekan” lain ada yang tau?? salam onthel

  5. yogi says:

    Mantabbbbb……, saya juga punya ontel merk concordia waktu saya temukan di lapak abu gosok hanya batangan seperti sepeda anda lalu saya bangun dengan spertpart yang mudah didapat. Saya cari reprensi di internet dan teman2 ga ada yg tau identitasnya. Sepedanya anda bagus dan unik.tks

    • apikudin says:

      wah senasib barti kita mas yogi, punya ontel tanpa identitas…
      tapi punyaku parah bgt mas, kagak ada info apa2.. ya udah akhirnya kuputuskan restorasi dengan sparepart seadanya, yang penting bisa jalan dulu, daripada nganggur kan batangnya??? trus gimana taunya mas klo punyamu itu merknya concordia????
      boleh juga tuh di share gambarnya…
      dr searching2 di internet. aku nemu sepeda yang rangkanya mirip dg pnyku ini, merkx iver johnson, speda amerika..

  6. sepeda yang mantaf.. germany bicycle sepertinya
    rawat terus sepedanya bos.. salam kenal

  7. mr.t says:

    saya pernah liat jenis frame seperti ini colombia..

  8. Muhdie says:

    Maaaantaaap mas…

    Salam tuk tmn2 y….

  9. Menurut pendapat saya (searching di dunia maya)
    Baru kali ini melihat sepeda tersebut
    Maaf kalo salah… kemungkinan sepeda tersebut telah di modifikasi dengan penambahan palang tengah memakai kepunyaan sepeda dames.

  10. Bandung 2 says:

    di bandung ada yg batangnya mirip, persis, nyaris sama…mereknya columbia…buatan amerika

  11. r11c says:

    Bang ini adalah sepeda produksi Jepang

  12. NoName says:

    sepedanya mirip dg yg disini neh..

    http://www.flickr.com/photos/33350670@N08/4250159518/in/pool-472296@N25

    merkx Iver Johnson, buatan amerika..
    pabriknya juga buat senjata..

  13. Kalau melihat referensi di internet memang sekilas seperti buatan Iver Johnson (USA), tapi menurut buku Onthel terbitan Bentara Budaya,jenis sepeda tsb adalah sepeda Jepang. Darimana asalnya, yg penting sepeda tsb sangat unik dan enak digowes…setuju!!!
    Salam kenal dari Jogja…

    • apikudin says:

      setuju.. yang penting nyaman di gowes…
      btw mas bagus, kira2 dmn ya bisa dapetin referensi buku onthel dr bentaran budaya itu ya???
      bisa di downloadkah di internet??? atau mungkin ada yg ngjual…

  14. Iyus says:

    Mas Apik,
    Sepeda yang indah,beberapa jenis frame sepeda mungkin dibuat beberapa pabrikan, tapi sebagai pencarian awal, kita anggap dulu ibi iver jonshon, coba perhatikan di batang depan selalu menggunakan peneng dengan 3 lubang (1 di bawah, 2 hampir sejajar diatas) selain itu (bukan acuan tapi penting) apakah gear yang nempel di sepeda serupa dengan gear yang ada di referensi di web2. Setahu saya (lagi bukan referensi) sepeda iver Jonshon tidak memakai sistem keni, coba perhatikan http://oldbike.wordpress.com/1922-iver-johnson-truss-bridge-bicycle/
    mungkin bila ini buka iver jonshon, bisa dilanjutkan dengan pencarian dan penelusuran merk lain
    Salam Goes

    • apikudin says:

      pak iyus..
      terima kasih atas commentnya…
      klo melihat dengan seksama, memang sepertinya sepeda ini bukan sepeda iver jhonson (di lihat dari 2 lubang di peneng depan, bukan 3 lubang), barti “tersangka” berikutnya kemungkinan colombia atau kemungkinan sepeda dari jepang…
      nanti saya coba searching-searching lagi…

  15. solokomunitas says:

    sepeda sang pemimpi….
    pantas sekali di film laskar pelangi begitu banyak sepeda. sayang, pembuat film kurang detail mengenai pemilihan sepeda yang dipakai, banyak sepeda yang bukan jamannya sepertinya… tapi secara visual sudah cukup mewakili….jadi penasaran….

    • apikudin says:

      betul sekali mas..
      waktu proses syuting banyak sekali sepeda ontel masyarakat sini yang di sewa dan/atau di beli oleh para crew dan artis-artisnya..
      terus setelah syuting langsung mereka bawa ke jakarta.. sayang sekali rasanya, mana di bayar murah lagi oleh mereka..
      pada saat itu belum banyak yang gemar sama ontel, makanya harganya murah pada saat itu…

  16. solokomunitas says:

    saya pernah melihat sepeda serupa. waktu itu saya sempat ngobrol dengan yang punya. dia menuturkan bahwa sepeda tersebut dulu dibeli waktu dia sekolah setingkat SMP di tahun 1970an dengan merk HERO dan mesti menunggu 1 bulan untuk pengiriman dari jakarta (waktu itu beli di jakarta dan untuk beli mesti inden dulu)…

    pernah juga saya melihat, tapi sayang kondisi sudah sangat memprihatinkan dengan banyaknya las dan patah rangka dimana-mana..

    • apikudin says:

      hmmm… kayanya sih bukan hero mas..
      soalnya klao melihat jumlah lubang buat peneng di depan itu gak sama..
      klo hero, klo tidak salah pake tiga lubang untuk peneng/emblem di depannya itu,,
      sedangkan pendekar saya ini cuma punya dua lubang untuk peneng di depannya itu…
      tapi terima kasih untuk info dan komennya mas…

  17. heri agusti - DeFOC says:

    pendekar tanpa nama = bubeng tayhiap kata Kho ping ho…..wah itu memang sepeda sangat lama mas kayaknya, soalnya jarang ditemui referensi nya. buat sementara yg paling mathuk adalah anggap saja dulu sepeda tsb IVER JOHNSON , siapa tahu di Jogya ada tuh “profesornya spd onthel” yg akan turun gunung utk memberikan pencerahannya dg referensi yg akurat……kita tunggu.
    kayuh terus onthelmu tanpa merasa bosan

    • apikudin says:

      bahasa mana pula tuh mas heri.. kagak ngarti ane…hehe

      ya semoga ja ada profesor atau dedengkot onthel yang memberi petunjuk tentang identitas onthel saya ini… ^_^

  18. heri agusti - DeFOC says:

    wah rupanya Om Apikudin bukan penggemar/pembaca cerita silatnya Kho Ping Ho yah, kalau aku sih memang ” Tayhap Kuncu si pedekar budiman” ……hehe he he …sekarang lagi jadi murid TK dalam bidang peronthelan.
    selamat menikmati onthel kesayanganmu ya Om

  19. AMK says:

    ni mungkin serupa tapi tak sama, smoga berkenan

    http://www.flickr.com/photos/46686813@N03/4674298122/

  20. firdaus says:

    wah bagus banget ini sepedanya mas, jarang ada di komunitas2 penikmat ontel.
    so must go on = pendekar tanpa nama….

  21. lukpitu says:

    @menurut perkiraan sy frame sepeda tsb made in japan ( lih Reff onthel Bentara budaya YK) yg sangat tua krn msh menggunakan sistim pantek dekat as kayuhan….hal ini sangat masuk akal krn kiblat tenologi Jepang semula adalah USA sehingga tdk heran kalau bentuknya rada mirip Iver jhonson prodct, dan ciri khas sepeda amrik memang hampir semua ada ornamen lengkung panjang namun kokoh.. salam kenal mas..

    • apikudin says:

      sebenarnya klo saya sendiri, lebih cenderung klo sepeda ini memang sepeda Jepang…
      alasannya mungkin “bodoh-bodohan” aja, karena saya gak punya referensi yg terpercaya, sejarahnya dulu di sini (pulau belitung) , yang pernah datang kesini klo gak Belanda ya Jepang, kalo USA kayanya gak deh..
      kalo sepeda Belanda, kayanya bukan deh, jadi tersangka berikutnya dalah Jepang..
      yang jadi masalah sekarang adalah, referensi tentang sepeda jepang sangat sedikit, sehinngga sangat sulit mencari informasi tentang sepeda-sepeda produksi jepang…
      lihat disini… http://travel.kompas.com/read/2009/12/03/07474315/Onthel.Jepang..Dulu.Murah..Kini.Langka

      lagian klo melihat bekas lubang peneng di depan yang cuma dua, saya jadi semakin ragu kalo sepeda ini adalah Iver Jhonson dr USA yg menggunakan tiga lubang untuk penengnya (karena plat iver jhonsohn berbentuk segitiga)..

  22. Agung says:

    apik sepedanya gan, aku punya sepeda merknya phoenix, hanya saja masih belum datang dari jawa

    salam AGung

  23. wah sepedanya sama kayak punyaku mas..
    dulu aku dapet dari hibahan temennya bapak, tapi ada yang janggal di sambungan yang melengkungnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s