Pasti pada tau kan gambar orang di atas lagi ngapain??? Akhir-akhir ini, kalo pada nonton TV, pasti lagi heboh-hebohnya berita tentang pembobolan ATM yang menyebabkan hilangnya uang nasabah di beberapa bank, padahal mereka gak merasa pernah menarik uang di tabungan mereka. Tau-tau udah ludes aja duit di tabungan. Ngeri juga kalo hal itu sampai menimpa diri kita. Kalo duitnya banyak dan di simpan di beberapa bank sih mungkin masih agak mendingan. Masih punya cadangan, kalo yang di ambil cuma dari salah satu bank aja. Kecuali kalau memang lagi apes bener, sampai-sampai semua uang di semua bank ikut di ambil juga. Nah, trus bagaimana dengan yang uangnya cuma sedikit??? Udah cuma sedikit, di colong semuanya pula.. haduh, ini baru yang namanya super apes.. Buat yang pernah ngalami musibah kaya beginian, mudah-mudahan di beri kesabaran sama Yang Maha Kuasa dan semoga di berikan ganti yang lebih baik. Amiiinnn…
Sejatinya semua yang kita pegang atau yang ada sama kita belum tentu milik kita, sesungguhnya yang benar-benar milik kita adalah apa-apa yang telah kita gunakan/makan/konsumsi, dan yang kita sedekahkan. Selebihnya masih berupa barang titipan dari Allah, yang sewaktu-waktu dapat di ambil oleh si pemilikNya. Kalau ini terjadi, ikhlaskanlah. Sesungguhnya tidak pernah ada yang hilang dalam hidup kita.. (sok bijak mode: ON)
Kembali ke masalah pembobolan ATM. Mungkin lebih tepatnya pencurian informasi pribadi di kartu ATM atau rekening milik kita kali y?? Yang kemudian di salah gunakan untuk membobol ATM kita. Sebenarnya ada dua syarat rekening seseorang dapat dibobol via Card :
- Identisas didupikasi. Pembobol awalnya harus mengcopy identitas pemilik kartu, baik identitas pada ATM ataupun Kartu Kredit.
- Password diketahui. Password atau yang biasa kita kenal dengan PIN. Biasanya berupa 6 digit angka, namun beberapa bank masih ada yang hanya 4 digit angka.
Jika kedua hal ini telah di peroleh, maka kemungkinan besar tabungan di rekening anda akan dibobol dan di ambil. Saya akan memberikan beberapa contoh bagaimana para penjahat itu melakukan pencurian informasi pribadi tersebut. Dalam hal ini PIN ATM. Sepengetahuan saya paling tidak ada dua modus yang biasa di gunakan:
- Pencurian dengan menggunakan alat bantu Skimmer. Ex: Keypad Palsu dan kamera.
- Pencurian dengan penipuan. Biasanya dengan menggunakan “Malaikat Penolong” yang memanfaatkan emosi dan ketidak tahuan nasabah.
Mari kita intip satu persatu…
- Pencurian dengan alat Bantu.
Alat bantu yang biasa di gunakan untuk mencuri PIN ATM biasa di sebut Skimmer. Skimmer ditempatkan pada Mesin ATM untuk mencuri informasi dari perlakuan yang anda lakukan terhadap mesin ATM. Biasanya berupa keypad palsu dan tempat memasukkan kartu ATM palsu. Yang di pasang sedemikian rupa, sehingga bagi orang-orang yang kurang jeli pasti tidak akan kelihatan. Skimmer ATM, ditempatkan pada mulut ATM (tempat memasukkan kartu ATM), sedangkan Skimmer keyboard ditempatkan (ditumpuk) di atas Keyboard Asli. Kedua Skimmer ini berfungsi untuk menyimpan data baik informasi ATM maupun Password yang ditekan. Data ini disimpan di dalam memory kecil yang ada di dalamnya. Bagaimana bentuk Skimmer ini??? Begini nih..
Di sini neh biasanya di pasang:
Skimmer yang lain, yang biasa di gunakan adalah kamera. Begini nih bentuknya…
Biasanya di pasang tepat di atas keypad asli ATM atau daerah strategis lain dimana ketika orang mengetik no PIN akan terlihat dan di rekam.
atau disini juga bisa..
Lengkapnya begini neh kalau sudah terpasang semua (sangat rapi bukan???)
Data yang diperoleh nantinya akan dipindahkan ke kartu ATM yang baru menggunakan alat khusus. Ilustrasi alatnya kurang lebih begini neh:
ANDA BISA MELIHAT BEGITU MUDAHNYA ALAT-ALAT INI DIPASANG,,,,
Hanya dibutuhkan minimal selotip 2 sisi yang kuat, tidak perlu obeng dan perkakas-perkakas lainnya, itu sebabnya kemungkinan besar bisa luput dari perhatian kamera pengawas (tapi kemungkinan besar modus ini terjadi bila ATM-ATM di luar area cakupan Bank, tapi waspada tetap perlu, OK???).
2. Pencurian dengan penipuan. Biasanya dengan menggunakan “Malaikat Penolong” yang memanfaatkan emosi dan ketidak tahuan nasabah.
Untuk modus yang kedua ini, para penjahat sengaja membuat mesin ATM tidak berfungsi atau ngadat. Sehingga setiap nasabah yang akan melakukan penarikan uang akan mengalami kegagalan, karena kartu mereka tidak dapat di keluarkan dari mesin ATM alias nyangkut. Bagi pasien yang tidak tahu atau rada-rada gaptek, pasti langsung panik. Nah, ketika kondisi panik tersebutlah akan datang seorang “malaikat penolong” yang memanfaatkan kepanikan nasabah yang tidak tau ini dengan pura-pura baik mau menolong. Terkadang dia berperan seolah-olah sebagai karyawan Bank yang dapat membantu si nasabah yang sedang panik tersebut. Padahal ujung-ujungnya mau maling. Untuk lebih lengkapnya kita saksikan ilustrasinya disini (to be continued)
Sumber: Berbagai sumber..












